Istriku, Berhiaslah Untuk Diriku

.. Istriku, Berhiaslah Untuk Diriku ...

Islam menganjurkan kaum wanita untuk berhias dan memakai wewangian. Karena dengan berhias akan mendatangkan kebahagiaan rumah tangga. Dengan berhias mampu menciptakan getaran perasaan suaminya sehingga hatinya tertarik untuk selalu memandangnya. Hal ini akan menguatkan bangunan cinta mereka berdua.

Sebagaimana kita mafhum, ajaran Islam menganjurkan kaum wanita untuk berhias dan memakai wewangian. Islam menjadikannya sebagai salah satu dari sifat wanita shalihah, karena ia mampu mendatangkan kebahagiaan rumah tangga.

Dandanan indah seorang wanita sungguh mampu menciptakan getaran perasaan suaminya sehingga hatinya tertarik untuk selalu memandangnya. Hal ini akan menguatkan bangunan cinta mereka berdua.

Sebagaimana ulama berkata, Berdandannya seorang wanita serta mengharumkannya dengan wewangian, adalah faktor utama yang mengokohkan bangunan cinta dan kasih sayang antara keduanya, serta menjauhkan diri dari rasa benci dan enggan. Mata dan hidung adalah jendela hati. Apabila sebuah mata memandang keindahan, sampailah kedalam hati, dan lahirlah rasa cinta. Apabila ia memandang pemandangan yang menyebabkan atau sesuatu yang tidak disukainya, meliputi pakaian dan model dandanan, akan berdampak pulalah pada hatinya, dan lahirlah rasa benci serta enggan.

Oleh karena itu, beberapa wanita Arab mewasiati sesamanya seraya berkata, Hindarkanlah pandangan suamimu jatuh pada pemandangan yang dibencinya atau mencium bau yang tidak disukainya.

Dari Annas ra berkata, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, Diberikan rasa cinta kepadaku atas sebagain dunia kalian, yaitu minyak wangi dan wanita, serta dijadikan shalat sebagai penyejuk jiwaku. (HR. Nasa'i dan Ahmad).

Dandanan yang indah dengan aroma semerbak wangi parfum seorang istri selalu membangkitkan rasa bahagia bagi suami. Di samping itu ia juga dapat menjadikan unsur pembangkit semangat dalam melaksanakan tugas-tugas hariannya.

Dandanan yng memikat dan aroma parfum yang harum akan menjaga dan memagari suami dari keinginan berbuat maksiat. Hal ini sangat dirasakan terutama di zaman meraja lelanya bentk kemaksiatan berupa dandanan wanita yang seronok dan menarik prehatian lelaki, krisis rasa malu, dan menjamurnya berbagai bentuk penyimpangan moral, khusunya di kalangan para wanita.

Wahai wanita muslimah, usahakan agar suamimu terjaga dari keinginan berbuat maksiad agar engkau selalu mendapatkan kebahagiaan disisinya, sebagaimana ia juga mendapatkannya di haribaanmu.

GABUNG YUK di FP “ Mutiara Hikmah “ ada banyak kata HIKMAH, RENUNGAN dan MOTIVASI.

Bantu FP “ Mutiara Hikmah “ ini berkembang hanya dg meng-klik 'bagikan'/ 'share' ALLAH SWT akan membalas sekecil apapun amal baik kalian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages